Find an Old Photograph You Like and Share The Story Behind It!

(Post dari blog lama. Iya, dulu sempet punya blog tapi udah bangkrut, terus tutup)

Karena stok foto lama saya cukup banyak, memilih satu foto saja rasanya seperti memilih tontonan 15 menit untuk makan siang. Setelah cukup lama bolak-balik scroll atas-bawah, depan-belakang, putar kanan-kiri, dibuka, dan dicelupin akhirnya terpilihlah foto ini.

Foto ini diambil di pertengahan tahun 2015, momen wisuda atau kelulusan saya dari SMP. Ceritanya saya sedang cosplay jadi tokoh panutan kaum bucin Indonesia, Bandung Bondowoso. Kenapa? Tanya guru bahasa Indonesia saya dulu — eh, “b” di kata “bahasa” kapital gak ya?

Entah apa alasannya dulu, guru saya memilih kelas saya untuk mementaskan drama Roro Jonggrang di acara kelulusan. Mulailah drama satu kelas ribut saling tunjuk, siapa jadi siapa. Seperti orang pada umumnya, saya mengajukan diri hanya sebagai tokoh sampingan, tapi karena hasutan serangan fajar oknum tertentu, akhirnya saya kalah suara.

Sebenarnya tahun sebelumnya juga saya terlibat dalam pementasan drama, tapi kalau dulu saya hanya bertugas di belakang panggung mengatur _backsound_ ditemani kabel “mbundet”, sekarang saya jadi pemeran utama di samping Roro Jonggrang. Mantep juga upgrade-nya. Serasa yang awalnya Ten-Ten berubah jadi Tsunade.

Begitu drama dimulai, saya orang pertama yang naik panggung. Drama dibuka dengan Bandung Bondowoso (saya) yang sedang pamer kekayaan dengan mengelus banyak cincin akik sambil ketawa-ketawa gak jelas. Melihat dua lapangan futsal yang penuh dengan kepala orang kepanasan dan tidak bereaksi, keringat dingin perlahan mulai jatuh.

Hal yang cukup saya takutkan pun terjadi, saya lupa skrip dialog! Padahal drama sebentar lagi selesai. Setelah melalui 3 detik yang hening, bersyukur bisa sedikit improvisasi dengan lawan bicara walau dialog jadi gak karuan, dan _acting_ pun buyar.

Ketika drama selesai, dan narator sedang membacakan paragraf terakhir, tiba-tiba saja musik berubah jadi nge-beat dan secara spontan akhirnya drama ditutup dengan joget bersama semua pemeran. Untung saja fotografer “gercep” dan momen memalukan ini pun terabadikan.

Sepertinya drama ini jadi pembuka perjalanan saya menuju drama-drama lainnya.

Eh, kok dramanya di luar panggung?

Latest

Wallpaper of Our Life

Wallpaper of Our Life

Thoughts
November 9, 2025
Norwegian Fjord

Norwegian Fjord

Thoughts
November 2, 2025
The Language of Flowers

The Language of Flowers

Books
July 4, 2025
Tantangan Bikin Motor Terbang

Tantangan Bikin Motor Terbang

Thoughts
March 16, 2025